.jpg)
AdaKami.id - Banyak orang ingin lebih hemat, tetapi takut dianggap pelit atau harus mengorbankan kenyamanan. Padahal, hidup hemat bukan berarti menahan semua pengeluaran, melainkan memastikan uang digunakan untuk hal yang benar-benar penting dan memberi manfaat.
Frugal living hadir sebagai cara untuk hidup lebih sadar, efisien, dan tetap berkualitas. OJK dalam Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan juga menekankan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan agar pengeluaran bisa lebih terarah.
Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, frugal living adalah konsep mengelola dana dengan kesadaran penuh, lewat pertimbangan yang matang dan strategi keuangan yang jelas ke depannya, bukan sekadar gaya hidup irit yang sering disalahpahami sebagai pelit. TemanKami tetap boleh mengeluarkan uang selama manfaatnya sepadan, kualitasnya baik, dan tidak mengganggu kebutuhan utama.
Frugal living berbeda dari pelit. Frugal living dilakukan dengan pertimbangan sadar, sedangkan pelit biasanya menghindari pengeluaran meskipun hal tersebut sebenarnya dibutuhkan. Jadi, fokusnya bukan mengeluarkan uang sesedikit mungkin, tetapi menggunakan uang dengan lebih bijak.
Prinsip utama frugal living adalah belanja berdasarkan nilai, bukan impulsif. Sebelum membeli sesuatu, TemanKami bisa menilai fungsi barang, seberapa sering akan dipakai, dan apakah manfaatnya sepadan dengan harga.
TemanKami juga perlu membedakan kebutuhan dan keinginan. Beri jeda sebelum membeli barang yang tidak mendesak. Apabila setelah dipikirkan, barang tersebut tetap dibutuhkan dan sesuai kemampuan, pengeluaran itu masih bisa dianggap wajar.
Frugal living bisa dimulai dari kebiasaan kecil. Saat belanja kebutuhan harian, buat daftar belanja, bandingkan harga, beli sesuai kebutuhan, dan gunakan promo hanya untuk barang yang memang diperlukan.
Untuk pengeluaran makan, TemanKami bisa merencanakan menu, membawa bekal, mengurangi makanan terbuang, dan membatasi makan di luar. Untuk transportasi, pilih rute yang efisien, gabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan, dan rawat kendaraan agar biaya tidak membengkak.
TemanKami juga perlu mengecek langganan dan pengeluaran rutin, seperti aplikasi berbayar, layanan streaming, atau biaya otomatis yang sudah jarang digunakan. Agar arus kas lebih terpantau, TemanKami bisa membaca artikel AdaKami tentang cara mengatur cash flow.
Pengeluaran yang lebih sadar membuat TemanKami punya ruang finansial lebih besar. Selisih dari pengeluaran yang berhasil ditekan bisa dialihkan ke dana darurat, tabungan, pendidikan, modal usaha, atau tujuan finansial lain.
Frugal living juga membantu TemanKami menyiapkan kondisi keuangan yang lebih sehat, sehingga saat pembiayaan memang dibutuhkan, keputusannya bisa diambil dengan lebih tenang dan terencana. Saat TemanKami terbiasa menunda pembelian impulsif, keputusan menggunakan pembiayaan bisa lebih terukur dan hanya dilakukan untuk kebutuhan yang benar-benar jelas.
Frugal living bukan berarti selalu memilih yang paling murah. Pengeluaran besar tetap masuk akal jika mendukung kebutuhan produktif, seperti alat kerja, pendidikan, perlengkapan usaha, atau kebutuhan yang bisa membantu TemanKami meningkatkan penghasilan.
Pengeluaran besar juga bisa wajar jika menghemat biaya jangka panjang. Misalnya, membeli barang yang lebih awet, merawat kendaraan lebih awal, atau mengganti alat yang sering rusak. Namun, keputusan tetap perlu disesuaikan dengan arus kas, dana cadangan, dan prioritas finansial.
Tidak. Frugal living bukan soal menahan diri dari semua kesenangan, melainkan memastikan hiburan tetap direncanakan, sesuai anggaran, dan benar-benar memberi nilai. TemanKami tetap bisa menikmati waktu luang, selama dilakukan dengan sadar dan tidak mengorbankan kebutuhan utama
Mulailah dengan audit pengeluaran selama satu bulan. Dari situ, TemanKami bisa melihat pos mana yang paling sering melebihi rencana, seperti makanan, transportasi, belanja online, hiburan, atau pengeluaran kecil berulang.
Setelah itu, pilih tiga pengeluaran yang ingin dikurangi terlebih dahulu. Tidak perlu memangkas semuanya sekaligus. Agar lebih terasa manfaatnya, uang yang berhasil dihemat bisa langsung dialihkan ke tujuan tertentu, seperti dana darurat. TemanKami juga bisa membaca artikel AdaKami tentang strategi menyiapkan dana darurat.
Dalam prinsip frugal living, kebutuhan sebaiknya dipenuhi dari dana sendiri terlebih dahulu. Apabila dana belum cukup, pastikan kebutuhan tersebut jelas, penting, dan memiliki rencana pembayaran.
Apabila TemanKami sedang mempertimbangkan pinjaman online (pinjaman daring) AdaKami, pastikan informasi resminya sudah diperiksa, mulai dari biaya, tenor, kontrak, sampai kemampuan bayar. Pembiayaan sebaiknya digunakan secara terukur, bukan karena dorongan sesaat.
Frugal living bukan soal menahan semua pengeluaran, tetapi memilih pengeluaran yang paling sesuai dengan kebutuhan, nilai, dan tujuan finansial TemanKami. Dengan kebiasaan ini, TemanKami bisa mengendalikan arus kas dan membangun ketahanan finansial secara bertahap.
Saat pembiayaan memang dibutuhkan untuk kebutuhan yang jelas, AdaKami hadir sebagai layanan pinjaman online (pinjaman daring) yang berizin dan diawasi OJK dengan informasi biaya yang transparan agar keputusan TemanKami tetap terukur.
Agar semakin siap mengelola uang sehari-hari, TemanKami juga bisa membaca artikel terkait di web AdaKami tentang perencanaan keuangan. Dengan perencanaan yang baik, frugal living bisa terasa lebih ringan, realistis, dan bermanfaat dalam jangka panjang