.jpg)
TemanKami, kita semua pasti setuju, hari gajian adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. Notifikasi saldo masuk rasanya selalu berhasil membuat mood menjadi lebih senang dan tenang. Tapi biasanya, mood itu dapat berubah dalam sekejap ketika saldo di rekening semakin menipis seiring waktu berjalan.
Nah, lewat artikel ini, kita akan membahas kebiasaan-kebiasaan kecil yang bisa bantu TemanKami menjalani satu bulan dengan lebih tenang dan terencana.. Karena hal yang penting, tidak hanya soal besar atau kecilnya gaji, tetapi juga cara kita mengatur setiap langkahnya sejak awal. Yuk, baca artikel ini sampai selesai, TemanKami!
Menurut pakar keuangan Dave Ramsey, dalam mengelola gaji yang masuk, prioritas pertama adalah memenuhi kebutuhan dasar atau “empat dinding” seperti makanan, utilitas, tempat tinggal, dan transportasi. Langkah ini dapat membantu TemanKami menghindari pengeluaran tidak penting yang biasanya terjadi karena euforia gajian.
Mengutamakan kebutuhan pokok bukan hanya aksi finansial yang bijak, tetapi juga bentuk kesiapan TemanKami menghadapi minggu-minggu berikutnya. Ketika kebutuhan utama aman, TemanKami dapat mengatur sisa uang dengan lebih tenang dan terencana.
TemanKami mungkin sudah sering mendengar konsep pay yourself first dan ini adalah prinsip yang sangat relevan bagi siapa pun yang ingin membangun finansial yang kuat. Cobalah sisihkan 10–20% penghasilan untuk tabungan atau dana darurat (mediakeuangan.kemenkeu.go.id). Menabung di awal bulan dapat mencegah kebiasaan menunggu sisa uang untuk ditabung yang biasanya sering kali tidak terjadi, TemanKami.
Kebiasaan ini tidak hanya membuat TemanKami lebih disiplin, tetapi juga dapat membantu mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan mendesak di masa depan. Dana darurat yang memadai dapat menjadi penyelamat ketika kondisi tidak terduga muncul.
Agar pengeluaran tetap terkontrol, TemanKami perlu membuat rencana anggaran yang jelas. Cobalah membagi pengeluaran menjadi anggaran mingguan atau harian sehingga TemanKami dapat mengukur seberapa besar konsumsi yang dikeluarkan setiap periodenya.
Selain itu, metode ini patut dicoba untuk membantumu tercegah dari fenomena boros di awal bulan, TemanKami. Dengan pembagian anggaran yang lebih rinci, TemanKami bisa memantau pola konsumsi dan memperbaiki area yang dirasa kurang tepat.
Tidak bisa dipungkiri, hari gajian sering memicu keinginan untuk self-reward. Tidak ada yang salah dengan memanjakan diri, tetapi pastikan porsinya tidak berlebihan. Menurut Jaspreet Singh, seorang ahli keuangan, menerapkan 24-Hour Rule dapat membantu menghentikan pembelian impulsif. Aturan ini berarti memberi jeda selama 24 jam sebelum memutuskan membeli barang yang tidak bersifat mendesak sehingga kita memiliki waktu untuk berpikir ulang, apakah pembelian tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya dorongan sesaat, TemanKami. Hal ini dapat membantu menahan membeli barang yang kurang penting (Nasdaq.com).
Kebiasaan ini membantu TemanKami membedakan antara kebutuhan dan keinginan sesaat. Dengan begitu, TemanKami bisa menggunakan uang dengan lebih sadar, bukan sekadar mengikuti dorongan emosional.
Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam menerapkan payday behaviour yang bijak adalah membayar kewajiban finansial tepat waktu. Mulai dari kartu kredit, cicilan, hingga pinjaman lainnya, semuanya perlu diprioritaskan agar tidak menimbulkan denda atau bunga tambahan. Selain menjaga pengeluaran tetap terkontrol, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan reputasi finansial TemanKami yang sangat penting untuk kebutuhan jangka panjang, seperti pengajuan kredit atau pembiayaan lain di masa depan.
TemanKami, stabilitas finansial tidak hanya ditentukan oleh besar gaji, tetapi oleh kebiasaan yang dibuat setiap awal bulan. Dengan memprioritaskan kebutuhan pokok, menabung terlebih dulu, mengatur anggaran, dan menghindari belanja impulsif, TemanKami sedang membangun fondasi keuangan yang lebih kuat dan tahan lama.
Saldo rekening memang bisa berubah-ubah, tetapi kebiasaan yang bijak akan selalu memberikan manfaat jangka panjang. Apabila TemanKami ingin mempelajari pengelolaan finansial yang bijak, TemanKami bisa membaca artikel ini juga, ya!