New Year New Me: Ini Tips Bikin Resolusi yang Lebih Realistis

AdaKami.id - Pergantian tahun sering kali dijadikan momentum mengevaluasi dan merancang resolusi untuk tahun berikutnya. TemanKami pasti pernah mendengar ungkapan New Year, New Me. Ungkapan ini biasanya dijadikan sebagai simbol semangat untuk menjadi versi diri yang lebih baik. Bukan hanya terlihat berbeda, tetapi benar-benar bertumbuh dari dalam.

Sayangnya, banyak resolusi tahun baru yang akhirnya berhenti sebatas wacana. Bukan karena tidak bisa melakukannya, tetapi karena tujuan yang ditulis terlalu idealis. Apalagi jika TemanKami belum siap secara mental, konsisten, atau bahkan bingung mulai dari mana. 

Meskipun begitu, tahukah kamu? Resolusi tidak harus selalu mencapai sesuatu yang besar, lho! Resolusi bisa dimulai dari hal-hal kecil yang bisa kita kontrol dan lakukan. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan prinsip ini adalah stoikisme. Dilansir dari The Conversation (2023), stoikisme adalah salah satu aliran filsafat yang mengajarkan tentang pengendalian diri. Stoikisme mengajarkan kita untuk berfokus pada hal hal yang bisa kita kontrol untuk bisa mendapatkan ketenangan dan tidak mencemaskan hal-hal di luar kendali kita. 

Akan tetapi, apa hubungannya dengan New Year, New Me

Dalam konteks New Year, New Me, stoikisme mengingatkan  bahwa kita tidak selalu bisa mengatur apa yang terjadi di luar kontrol, tetapi kita selalu bisa mengatur bagaimana kita meresponnya. Jadi, alih-alih hanya berharap, kita diajak untuk lebih sadar, matang, dan bertindak dengan terarah. Perubahan menjadi lebih realistis karena kita memahami bahwa proses tidak selalu mulus, tetapi tetap dapat dijalani dengan kepala dingin dan hati tenang.

Nah, selain tentang kepribadian, salah satu bagian penting  dalam resolusi tahun baru adalah keuangan. TemanKami pasti ingin memiliki finansial yang lebih stabil, pengeluaran yang lebih terkontrol, serta lebih siap menghadapi masa depan, bukan? Dalam hal ini, menurut OJK  keuangan yang sehat tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga oleh cara kita mengelolanya (https://ojk.go.id/id). 

Tidak terlalu realistis rasanya, kalau perubahan kebiasaan mengatur finansial bisa terjadi semudah membalikkan telapak tangan. TemanKami mungkin berkata, “gimana mau nabung? Semua pengeluaran bersifat darurat dan tak tersisa setelahnya.”

Nah, di sinilah kita bisa menerapkan konsep utama dari stoikisme. TemanKami, tidak bisa mengendalikan inflasi, kondisi ekonomi, atau kejadian tak terduga, tetapi kamu bisa mengendalikan kebiasaan belanja, cara menabung, serta bagaimana cara menetapkan prioritas.

TemanKami bisa mulai menerapkan beberapa langkah sederhana ini untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat di tahun bar:

  • Belajar membedakan kebutuhan dan keinginan agar tidak terjebak gaya hidup konsumtif

  • Menyusun anggaran bulanan yang realistis dan berusaha disiplin menjalankannya

  • Menyisihkan tabungan atau dana darurat secara rutin, meskipun jumlahnya kecil

  • Tidak mudah panik ketika kondisi keuangan belum ideal, tetapi tetap fokus memperbaiki perlahan

  • Melihat keuangan sebagai proses jangka panjang, bukan sesuatu yang harus sempurna dalam sekejap.

Dengan cara ini, keuangan tidak hanya lebih tertata, tetapi juga memberikan ketenangan mental. Kita belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, tetapi selalu ada langkah-langkah kecil yang bisa kita upayakan. Tahun baru pun bukan lagi sekadar momentum, tetapi menjadi fase nyata dalam perjalanan menuju hidup yang lebih stabil. Bagi TemanKami yang ingin mengetahui cara mengatur keuangan lainnya, kamu bisa cek di sini, ya!

 

Kembali