Apa Itu Vishing? Kenali Modus Penipuan melalui Telepon

Key Points

  • Vishing adalah modus penipuan melalui panggilan suara yang memanfaatkan penyamaran dan rekayasa sosial untuk mendorong korban memberikan data, memasang aplikasi, atau memindahkan uang.

  • TemanKami perlu mengenali ciri vishing, seperti permintaan OTP, PIN, password, transfer, instalasi aplikasi, berbagi layar, serta tekanan atau ancaman agar segera bertindak.

  • Apabila sudah memberikan data atau melakukan transaksi, segera amankan akun, hubungi penyedia layanan atau bank, simpan bukti, dan gunakan kanal pelaporan yang sesuai. 

List Content

  1. Apa Itu Vishing dan Bagaimana Cara Kerjanya?

  2. Apa Bedanya Vishing, Phishing, dan Smishing?

  3. Apa Saja Modus Vishing yang Sering Digunakan?

  4. Mengapa Panggilan Vishing Bisa Terlihat Meyakinkan?

  5. Apa Ciri Telepon Vishing?

  6. Apa yang Harus Dilakukan saat Menerima Telepon Mencurigakan?

  7. Apa yang Harus Dilakukan jika Sudah Memberikan Data atau Uang?

  8. Bagaimana Memastikan Telepon yang Mengatasnamakan AdaKami?

  9. Bagaimana Melindungi Keluarga dari Vishing?

  10. Ke Mana Harus Melaporkan Vishing?

  11. Apa Pertanyaan yang Sering Muncul tentang Vishing?

  12. Jangan Panik, Tutup Telepon, lalu Verifikasi

AdaKami.id - Vishing adalah bentuk phishing melalui panggilan suara yang memanfaatkan penyamaran dan rekayasa sosial untuk membuat korban memberikan data, memasang aplikasi, atau memindahkan uang. Pelaku dapat mengaku sebagai petugas bank, Customer Service, kurir, aparat, bahkan kerabat. Suara yang terdengar meyakinkan, informasi pribadi yang diketahui penelepon, atau nomor yang tampak resmi tidak cukup untuk membuktikan identitasnya.

Oleh karena itu, TemanKami perlu mengenali pola vishing dan tidak langsung mengikuti instruksi ketika menerima telepon yang mendesak. Informasi mengenai pola penipuan digital 2026 juga dapat dipelajari melalui edukasi Kominfo Kabupaten Malang agar lebih mudah mengenali tanda-tandanya.

Apa Itu Vishing dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Vishing atau voice phishing merupakan modus penipuan melalui panggilan suara yang memanfaatkan kepercayaan dan kondisi emosional korban. Pelaku biasanya memulai percakapan dengan mengaku sebagai pihak yang dikenal, kemudian menyampaikan situasi tertentu agar korban merasa perlu segera bertindak.

Penelepon dapat mengatakan ada transaksi mencurigakan, akun akan diblokir, korban mendapatkan hadiah, terdapat refund, masalah hukum, atau tagihan yang harus segera diselesaikan. Setelah korban mulai percaya atau panik, pelaku dapat meminta OTP, PIN, CVV, password, transfer uang, instalasi aplikasi, hingga berbagi layar. Penjelasan lebih lanjut mengenai pengertian dan cara menghindari vishing juga dapat dibaca melalui ANTARA. 

Apa Bedanya Vishing, Phishing, dan Smishing?

Perbedaan utamanya terletak pada saluran yang digunakan. Vishing menggunakan panggilan suara untuk memanipulasi korban melalui percakapan. Sementara itu, phishing umumnya menggunakan email atau situs palsu untuk mengarahkan korban memasukkan data, sedangkan smishing menggunakan SMS atau pesan singkat yang dapat berisi link, nomor kontak, atau instruksi tertentu.

Ketiganya memiliki pola yang serupa, yaitu membangun kepercayaan, menciptakan rasa panik atau tergiur, lalu mendorong korban melakukan tindakan tertentu. Bahkan, satu modus dapat berpindah dari telepon ke chat atau link. TemanKami dapat mempelajari ciri phishing melalui edukasi BMKG CSIRT. 

Apa Saja Modus Vishing yang Sering Digunakan?

Salah satu modus yang sering digunakan adalah klaim transaksi mencurigakan atau akun akan diblokir. Pelaku kemudian meminta verifikasi cepat dengan alasan untuk mencegah kerugian. Modus lain menggunakan hadiah, cashback, refund, atau kelebihan pembayaran untuk membuat korban mengikuti instruksi tertentu. Ada pula pelaku yang mengaku membantu pembaruan data atau keamanan akun, tetapi justru meminta data identitas, kode verifikasi, atau instalasi aplikasi.

Rasa takut juga dapat dimanfaatkan melalui ancaman hukum, penagihan palsu, atau masalah administrasi yang harus segera diselesaikan. Dalam kasus lain, penelepon mengaku sebagai kerabat yang sedang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan uang. Apabila menerima permintaan seperti ini, jangan langsung mengirimkan uang. Hubungi orang yang bersangkutan melalui nomor yang sudah dikenal untuk memastikan keadaannya. 

Mengapa Panggilan Vishing Bisa Terlihat Meyakinkan?

Pelaku dapat mengetahui sebagian data pribadi seperti nama, nomor telepon, atau informasi transaksi. Namun, informasi tersebut bisa berasal dari berbagai sumber dan tidak membuktikan bahwa penelepon benar-benar berasal dari lembaga resmi. Nomor penelepon juga dapat terlihat familiar, sehingga TemanKami sebaiknya tidak menjadikan tampilan nomor sebagai satu-satunya dasar kepercayaan.

Suara yang terdengar meyakinkan juga bukan jaminan. Teknologi dapat digunakan untuk meniru suara, sementara teknik rekayasa sosial dapat membuat percakapan terasa semakin nyata. Apabila penelepon terus mendesak dan tidak memberikan kesempatan untuk melakukan verifikasi, langkah paling aman adalah mengakhiri panggilan dan menghubungi pihak terkait melalui nomor resmi yang dicari secara mandiri. TemanKami juga dapat membaca panduan Maybank Indonesia mengenai perlindungan data pribadi dan perbankan. 

Apa Ciri Telepon Vishing?

Ada beberapa tanda yang patut membuat TemanKami berhenti dan melakukan verifikasi terlebih dahulu:

  • Meminta OTP, PIN, password, atau CVV melalui telepon.

  • Meminta transfer ke rekening atau dompet digital tertentu.

  • Meminta memasang aplikasi yang tidak dikenal atau berbagi layar.

  • Melarang TemanKami menutup telepon sebelum proses selesai.

  • Menolak ketika TemanKami ingin melakukan verifikasi melalui kanal resmi.

  • Menggunakan ancaman, rasa takut, hadiah, atau batas waktu agar korban segera bertindak.

Data autentikasi seperti OTP, PIN, dan password tidak boleh diberikan kepada siapa pun melalui telepon. Begitu pula dengan permintaan memindahkan uang atau memberikan akses perangkat yang datang dari penelepon yang belum terverifikasi. Apabila informasi tersebut benar-benar berasal dari pihak resmi, TemanKami tetap dapat menutup telepon terlebih dahulu dan melakukan pengecekan melalui kanal yang ditemukan sendiri. 

Apa yang Harus Dilakukan saat Menerima Telepon Mencurigakan?

Saat menerima telepon mencurigakan, jangan memberikan data tambahan atau mengikuti instruksi penelepon. TemanKami tidak perlu mengonfirmasi informasi pribadi hanya karena penelepon sudah mengetahui sebagian data. Hindari menekan menu, membuka link, memasang aplikasi, atau melakukan transfer berdasarkan arahan tersebut.

Setelah itu, tutup telepon dan cari kontak resmi secara mandiri melalui aplikasi, kartu, atau situs resmi. Apabila penelepon mengaku sebagai pihak tertentu, hubungi lembaga tersebut melalui kanal resminya. Dalam situasi yang mengatasnamakan keluarga atau kerabat, hubungi mereka melalui nomor yang sudah tersimpan, bukan nomor yang diberikan melalui telepon. Simpan pula waktu panggilan, nomor yang digunakan, dan isi percakapan sebagai bukti tanpa menyebarkan data pribadi secara publik. 

Apa yang Harus Dilakukan jika Sudah Memberikan Data atau Uang?

Apabila TemanKami sudah memberikan password atau OTP, segera amankan akun melalui aplikasi resmi menggunakan perangkat yang tepercaya. Apabila tersedia, keluarkan sesi lain yang masih aktif dan hubungi penyedia layanan untuk meminta bantuan. Apabila sudah memasang aplikasi mencurigakan atau berbagi layar, hentikan akses tersebut dan gunakan perangkat lain yang aman untuk mengamankan akun.

Apabila sudah melakukan transfer, segera hubungi bank atau penyedia pembayaran dan laporkan transaksi tersebut melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). IASC menyediakan jalur penanganan untuk penipuan transaksi keuangan, sedangkan laporan kepada kepolisian digunakan untuk proses hukum. Pelaporan tidak otomatis menjamin dana akan kembali, sehingga tindakan secepat mungkin tetap penting.

Apabila data identitas sudah terlanjur diberikan, pantau aktivitas akun dan waspadai kontak lanjutan yang mencurigakan. Simpan bukti komunikasi, bukti transaksi, dan informasi terkait untuk membantu proses pemeriksaan atau pelaporan. 

Bagaimana Memastikan Telepon yang Mengatasnamakan AdaKami?

Jangan menjadikan nomor telepon, logo, atau data pribadi yang diketahui penelepon sebagai bukti bahwa komunikasi tersebut resmi. Apabila seseorang mengaku sebagai pihak AdaKami dan meminta data sensitif atau pembayaran tertentu, hentikan percakapan terlebih dahulu.

Telepon yang menjanjikan penghapusan, pelunasan, atau bantuan untuk galbay AdaKami perlu diverifikasi langsung melalui kanal resmi AdaKami. Jangan memberikan OTP, PIN, password, atau melakukan pembayaran ke rekening pribadi. TemanKami dapat memastikan informasi yang diterima melalui kanal Customer Service AdaKami berikut:

  • Hotline: 15000-77

  • Email: tanya@adakami-cs.id

  • Chat operator di aplikasi AdaKami

  • DM ke media sosial resmi AdaKami yang terverifikasi

  • Booth layanan offline di Mall Balekota, Tangerang

Periksa pula status akun, instruksi pembayaran, serta informasi layanan melalui aplikasi dan dokumen resmi. Apabila informasi dari penelepon berbeda dengan yang tercantum pada aplikasi, jangan lanjutkan proses sebelum mendapatkan penjelasan dari kanal resmi. 

Bagaimana Melindungi Keluarga dari Vishing?

Perlindungan dari vishing tidak hanya dilakukan oleh pengguna sendiri. TemanKami juga dapat membuat kebiasaan sederhana bersama keluarga, terutama untuk menghadapi telepon darurat yang meminta uang secara tiba-tiba. Salah satunya adalah membuat kata sandi keluarga yang tidak dipublikasikan dan digunakan hanya untuk memastikan identitas dalam kondisi darurat.

Selain itu, sepakati aturan bahwa OTP, PIN, password, dan CVV tidak pernah diberikan melalui telepon atau chat. Simpan nomor keluarga dan kontak penting agar dapat melakukan panggilan balik melalui nomor yang sudah dikenal. Apabila ada anggota keluarga menerima telepon mencurigakan, biasakan untuk menutup panggilan dan melakukan verifikasi tanpa menyalahkan korban.

Membahas contoh modus secara terbuka juga dapat membantu anggota keluarga lebih cepat mengenali pola penipuan. Fokusnya bukan menyalahkan orang yang tertipu, tetapi membangun kebiasaan untuk berhenti, memeriksa, dan melaporkan ketika menemukan sesuatu yang mencurigakan. 

Ke Mana Harus Melaporkan Vishing?

Apabila penelepon mengatasnamakan bank, layanan keuangan, e-commerce, atau perusahaan tertentu, simpan nomor, waktu panggilan, dan informasi yang disampaikan, kemudian laporkan melalui Customer Service resmi pihak yang dicatut. Apabila rekening atau transaksi keuangan sudah terdampak, segera hubungi bank atau penyedia pembayaran dan gunakan kanal IASC untuk laporan penipuan transaksi keuangan.

Nomor telepon yang mencurigakandapat TemanKami laporkan melalui kanal pengaduan nomor yang disediakan pemerintah. Sementara itu, apabila terdapat dugaan tindak pidana, laporan dapat diteruskan kepada kepolisian sesuai kondisi kasus. Informasi mengenai kanal pengaduan nomor dan keamanan dari penipuan juga dapat dilihat melalui rujukan Direktorat Jenderal Pajak.

Saat membuat laporan, siapkan bukti yang relevan seperti tangkapan layar, nomor penelepon, waktu kejadian, kronologi, bukti komunikasi, dan bukti transaksi jika ada. Hindari menyebarkan dokumen yang mengandung data sensitif ke media sosial. 

Apa Pertanyaan yang Sering Muncul tentang Vishing?

Apakah nomor resmi bisa dipalsukan?
Bisa. Tampilan nomor atau caller ID bukan bukti bahwa penelepon benar-benar berasal dari lembaga tertentu. Apabila ragu, tutup telepon dan hubungi nomor resmi yang dicari secara mandiri.

Apakah petugas boleh meminta OTP lewat telepon?
Tidak. OTP dan data autentikasi seperti PIN atau password tidak boleh diberikan kepada siapa pun melalui telepon.

Apa yang harus dilakukan jika penelepon tahu nama dan data saya?
Jangan mengonfirmasi informasi tambahan. Akhiri percakapan, amankan akun yang terkait, dan lakukan verifikasi melalui kanal resmi. 

Jangan Panik, Tutup Telepon, lalu Verifikasi

Vishing memanfaatkan kepercayaan, rasa takut, dan tekanan waktu agar korban bertindak sebelum sempat melakukan pengecekan. Oleh karena itu, suara yang terdengar meyakinkan, nomor yang terlihat resmi, atau informasi pribadi yang diketahui penelepon tidak boleh menjadi alasan untuk langsung percaya.

TemanKami cukup mengingat tiga langkah ketika menerima telepon mencurigakan. Jangan berikan data, tutup telepon, lalu verifikasi melalui kontak resmi yang terdapat di aplikasi atau website resmi. Apabila sudah terjadi transaksi atau data terlanjur diberikan, segera amankan akun yang terkait, seperti rekening bank, dompet digital, atau aplikasi layanan keuangan. Setelah itu, laporkan melalui kanal yang sesuai.

TemanKami dapat memahami lebih banyak pola penipuan yang mengatasnamakan layanan keuangan melalui artikel AdaKami tentang langkah menghadapi modus penipuan. Keberanian untuk menghentikan percakapan ketika sesuatu terasa janggal dapat menjadi perlindungan pertama dari vishing.